4.707 Bayi di Medan Terdata Zero Dose Imunisasi pada Tahun 2025

Tantangan kesehatan di Kota Medan semakin mendesak dengan terdatanya 4.707 bayi yang teridentifikasi sebagai zero dose imunisasi pada tahun 2025. Zero dose, yang merujuk kepada anak-anak yang belum menerima vaksinasi dasar sama sekali, merupakan isu serius yang harus diatasi untuk memastikan generasi mendatang memiliki kesehatan yang optimal. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan angka zero dose dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Komitmen Lintas Sektor untuk Imunisasi
Pernyataan ini disampaikan oleh Airin dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Medan, Ismiralda Wiriya Alrahman, pada rapat koordinasi sektor swasta yang berlangsung di Gedung PKK Medan, pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dr. Ade Jubaedah selaku Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Betty Mangkuaji yang merupakan Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Sumatera Utara, serta Kurniawati Pohan, Ketua Pengurus Cabang IBI Kota Medan. Selain itu, turut hadir Surya Syahputra Pulungan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dan para pengurus PKK Kota Medan.
Dalam sambutannya, Airin menekankan bahwa Kota Medan masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaan imunisasi. Hal ini terlihat dari keberadaan anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi, yang dikenal dengan istilah zero dose. Istilah ini digunakan untuk mengidentifikasi anak yang tidak menerima vaksin apa pun, terutama vaksin dasar yang sangat penting bagi kesehatan mereka di masa depan.
Data Imunisasi di Medan
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 4.707 bayi di Kota Medan yang mengalami situasi zero dose. Angka ini diukur berdasarkan cakupan imunisasi untuk vaksin difteri, pertusis, dan tetanus dosis pertama. Situasi ini menunjukkan perlunya perhatian serius dari semua pihak dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi di kota ini.
Target Peningkatan Cakupan Imunisasi
Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan cakupan imunisasi dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Rencana tersebut mencakup:
- Peningkatan cakupan imunisasi bayi lengkap dari 80% pada tahun 2025 menjadi 95% pada tahun 2029.
- Cakupan imunisasi lengkap untuk 14 jenis vaksin ditargetkan naik dari 74% menjadi 90%.
- Peningkatan cakupan imunisasi untuk anak usia sekolah dasar dari 88% menjadi 95%.
Airin juga menekankan pentingnya imunisasi sebagai proses berkelanjutan yang harus dilakukan sejak bayi hingga anak memasuki usia sekolah. Pemberian vaksinasi perlu dilakukan secara bertahap sesuai dengan usia anak, dimulai sejak lahir dan berlanjut hingga mereka siap untuk bersekolah.
Sinergi dalam Pelaksanaan Imunisasi
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat membangun sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam pelaksanaan imunisasi secara menyeluruh. Sinergi ini penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk mendapatkan imunisasi yang diperlukan.
Selain itu, rapat ini juga mencakup penandatanganan komitmen bersama antara pengurus Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan untuk menurunkan angka zero dose imunisasi. Komitmen tersebut mencakup:
- Persiapan untuk menyukseskan Pekan Imunisasi Dunia.
- Upaya mengeliminasi penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
- Dukungan dalam pencapaian target imunisasi dan menghentikan zero dose.
- Peningkatan kemitraan untuk memperluas informasi mengenai pentingnya imunisasi.
- Mobilisasi sumber daya dari sektor swasta untuk pelaksanaan imunisasi pada tahun 2026.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antar pihak, diharapkan angka zero dose di Kota Medan dapat berkurang secara signifikan. Imunisasi merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah berbagai penyakit berbahaya di kemudian hari. Oleh karena itu, setiap lapisan masyarakat perlu berperan aktif dalam mendukung program imunisasi yang ada.
Pentingnya Edukasi Masyarakat
Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang imunisasi sangat krusial dalam mengurangi angka zero dose. Kesadaran akan manfaat vaksinasi harus ditingkatkan, terutama di kalangan orang tua. Masyarakat perlu diberikan informasi yang jelas tentang:
- Kepentingan vaksinasi untuk kesehatan anak.
- Efek samping yang mungkin terjadi setelah vaksinasi.
- Jadwal vaksinasi yang harus dipatuhi.
- Pentingnya penyelesaian imunisasi untuk mencegah penyakit.
- Peran aktif orang tua dalam mendukung anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi.
Melalui program edukasi yang efektif, diharapkan orang tua dapat memahami pentingnya imunisasi dan tidak ragu untuk membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi yang diperlukan. Dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan kesadaran akan pentingnya imunisasi dapat menembus batas-batas sosial dan ekonomi, sehingga semua anak di Medan dapat terlindungi dari penyakit.
Peran Teknologi dalam Imunisasi
Dalam era digital ini, teknologi juga dapat berperan besar dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Beberapa inisiatif teknologi yang dapat diterapkan meliputi:
- Penggunaan aplikasi mobile untuk mengingatkan orang tua tentang jadwal vaksinasi.
- Platform online untuk memberikan informasi dan edukasi tentang pentingnya imunisasi.
- Penggunaan media sosial untuk menyebarkan kampanye kesehatan terkait imunisasi.
- Data analitik untuk memantau dan mengevaluasi cakupan imunisasi di masyarakat.
- Telemedicine sebagai sarana konsultasi bagi orang tua yang memiliki pertanyaan seputar imunisasi.
Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan informasi tentang imunisasi dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan partisipasi dalam program imunisasi.
Peran Sektor Swasta dalam Imunisasi
Sektor swasta juga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program imunisasi. Melalui kemitraan dengan pemerintah, sektor swasta dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam bentuk:
- Dana untuk mendukung program vaksinasi.
- Fasilitas kesehatan yang memadai untuk pelayanan imunisasi.
- Tenaga medis yang terlatih dan berpengalaman.
- Kampanye pemasaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
- Inovasi dalam distribusi dan penyimpanan vaksin.
Kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pelaksanaan imunisasi secara menyeluruh dan merata. Hal ini akan membantu mencapai target-target yang telah ditetapkan dan menurunkan angka zero dose di Kota Medan secara efektif.
Strategi Penanganan Zero Dose
Untuk mengatasi masalah zero dose, diperlukan strategi yang komprehensif dan terencana. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
- Pemetaan daerah dengan angka zero dose yang tinggi untuk intervensi yang lebih fokus.
- Peningkatan jumlah pos imunisasi di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
- Pelatihan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan keterampilan dalam memberikan vaksinasi.
- Program door-to-door untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi.
- Monitoring dan evaluasi secara berkala untuk menilai kemajuan dan efektivitas program.
Dengan pendekatan yang sistematis dan terintegrasi, diharapkan masalah zero dose dapat diatasi dan setiap bayi di Kota Medan mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat melalui imunisasi yang tepat.
Kesimpulan
Meningkatkan cakupan imunisasi dan menurunkan angka zero dose di Kota Medan adalah tantangan yang memerlukan kerjasama dari seluruh pihak. Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah, dukungan sektor swasta, edukasi masyarakat yang intensif, serta pemanfaatan teknologi, diharapkan setiap anak mendapatkan haknya untuk mendapatkan imunisasi yang diperlukan. Melalui langkah-langkah kolaboratif ini, kita dapat menciptakan generasi masa depan yang sehat dan kuat.